Trik di Tilang Polisi

309784_490313604354824_23040507_n

 

Harap Di Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!!

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja, Saya pulang dengan menggunakan mobil taksi. Ada adegan menarik ketika si sopir taksi hendak ditilang oleh Polisi. Dialog antara Polisi dan sopir taksi seperti ini:

Polisi: Selamat siang mas, bisa lihat SIM dan STNK?
Sopir: Baik Pak…

Polisi: Mas tau kesalahannya apa?
Sopir: Gak pak…

Polisi: Ini, plat nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil menunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil menulis dengan sigap di buku tilang).
Sopir: Pak jangan ditilang deh, plat aslinya juga udah gak tau kemana. Kalo ada, pasti Saya pasang pak..

Polisi: Sudah, Saya tilang saja. Banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras).
Sopir: (Dengan nada keras juga) Kok gitu!?Taksi Saya ini kan Ada STNK nya pak? Ini kan bukan mobil curian!?

Polisi: Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima saja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
Sopir: Maaf pak, saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yg warna BIRU aja…

Polisi: Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak, sudah 10 Hari ini form BIRU itu gak berlaku!
Sopir: Sejak kapan pak, form BIRU surat tilang gak berlaku…???

Polisi: Ini’kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo gak, kamu ngomong sama komandan Saya saja sana. (dengan nada keras dan ngotot)
Sopir: Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian… (dengan nada agak menantang)

*Dalam hati saya: Berani betul sopir taksi ini…

Polisi : (Dengan muka bingung) Kamu ini mau melawan petugas ya!?
Sopir: Siapa yg melawan!? Saya’kan cuman minta form BIRU. Bapak aja yang gak mau ngasih…

Polisi: Kamu jangan macam-macam ya? Saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sopir: Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak, Saya foto bapak aja deh. Kan’ bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

*Wah, wah, wah.. Hebat betul nih sopir? Berani, cerdas dan trendy. (terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kameranya).

Polisi: Hey! Kamu bukan wartawankan!? Kalo kamu foto saya, Saya bisa kandangin kamu.. (sambil berlalu).

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar Polisi tsb dan sudah siap melepaskan “shoot pertama”. Dan tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota Polisi lagi.

Polisi-2: Mas, Anda gak bisa foto petugas seperti itu..!!
Sopir: Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya).

Lalu si Polisi ke-2 itu menghampiri Polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara Polisi yang menghalau si sopir dan Polisi yang menilang. Akhirnya Polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

Polisi-2 : Mas mana surat tilang yang MERAH nya? (sambil meminta).
Sop: Gak sama Saya pak. Masih sama temen bapak tuh..
Sejurus kemudian Polisi ke-2 memanggil Polisi yang menilang.

Polisi: Sini tak kasih surat yang BIRU (dengan nada kesal).

Lalu Polisi yang menilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 perak sambil berkata: “Nih, kamu bayar sekarang ke BRI. Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
Sopir: Ok pak, Gitu dong.. Kalo gini dari tadi kan enak… (yess!!!)

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada Saya: “Pak, ma’af… Kita ke ATM sebentar ya? Mau transfer uang tilang..” Lantas Saya jawab: “Ya, Silahkan…”.

Sopir taksipun langsung meneruskan perjalanan ke arah ATM sambil berkata:
“Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke Polisi itu.” Tuturnya. “Untung saya paham macam2 surat tilang.” Sambungnya lagi.
“Pak, kalo ditilang kita berhak minta form BIRU lho, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Dan jangan pernah berpikir untuk ngasih DUIT DAMAI. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!” Tambahnya lagi.
======
Teman-teman FB-ku dimayapun berada..

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

-SLIP MERAH. Berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan tapi mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat. Dan disitupun banyak calo serta oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

-SLIP BIRU. Berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalau gak salah no.rek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/ STNK kita di Polsek terdekat dimana kita ditilang.

And you know what!?
Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi Rp.50ribu! Bahkan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA!!!
======

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: